Aku duduk diam di sudut ruang
Dengan mata sayu menerawang
Memandang cakrawala berkabut
Seperti hatiku yang kalut
Pelangi yang terbit di langit
Dengan warnanya yang cantik
Seakan berusaha menghiburku
Menghibur hatiku yang biru
Tapi aku tak bisa
Tak bisa lupa tatapan mata
Yang menghantuiku di setiap mimpiku
Yang buatku terjaga di setiap malamku
Mengapa engkau pergi
Dipuncak bahagia cinta
Tatap matamu berkata "ku tak kembali"
Menggurat rasa perih terdalam di dada
Aku masih duduk diam disudut ruang
Dengan mata sayu menerawang
Memandang cakrawala abu
Berharap bidadari turun kebumiku
PS: Buat bidadari
(Thanks to Joko Tarub)
No comments:
Post a Comment